{"id":468,"date":"2024-07-24T01:57:30","date_gmt":"2024-07-24T01:57:30","guid":{"rendered":"https:\/\/arsiponline.com\/?p=468"},"modified":"2024-07-24T01:59:40","modified_gmt":"2024-07-24T01:59:40","slug":"13-dari-40-anggota-dprd-batu-bara-terpilih-yang-baru-serahkan-lhkpn","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/2024\/07\/24\/13-dari-40-anggota-dprd-batu-bara-terpilih-yang-baru-serahkan-lhkpn\/","title":{"rendered":"13 dari 40 Anggota DPRD Batu Bara Terpilih Yang Baru Serahkan LHKPN"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: 'times new roman', times, serif;\"><span style=\"color: #ff0000;\"><strong>Batu Bara |<\/strong> <\/span>Baru 13 dari 40 anggota DPRD Batu Bara terpilih yang menyerahkan tanda terima Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Batu Bara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'times new roman', times, serif;\">&#8220;Memang baru 13 dari 40 caleg terpilih yang menyerahkan tanda terima LHKPN ke KPU,&#8221; kata Ketua KPU Kabupaten Batu Bara Erwin kepada wartawan di kantornya, Selasa (23\/7\/24).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'times new roman', times, serif;\">Erwin mengatakan demi kelancaran penyerahan LHKPN tersebut, pihaknya telah menyurati pimpinan Partai Politik yang memiliki caleg terpilih agar menginstruksikan caleg terpilih menyerahkan LHKPN ke KPU Batu Bara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'times new roman', times, serif;\">Adapun caleg yang telah menyerahkan LHKPN, Erwin menyebutkan dari PPP, Partai Demokrat, Partai Nasdem, dan PAN. Namun, Erwin tidak merinci nama-nama caleg terpilih yang telah menyerahkan LHKPN.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'times new roman', times, serif;\">Diakui Erwin, sesuai Pasal 52 Peraturan KPU Nomor 6 Tahun 2024 tentang Penetapan Pasangan Calon Terpilih, Penetapan Perolehan Kursi, dan Penetapan Calon Terpilih Dalam Pemilihan Umum Ayat (1) menegaskan, sebelum disampaikan calon terpilih anggota DPR, anggota DPD, anggota DPRD provinsi, dan anggota DPRD kabupaten\/kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51, calon terpilih yang bersangkutan wajib melaporkan harta kekayaan kepada instansi yang berwenang memeriksa laporan harta kekayaan penyelenggara negara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'times new roman', times, serif;\">Selanjutnya, pada Ayat (2) disebutkan, tanda terima pelaporan harta kekayaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib disampaikan kepada KPU, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten\/Kota paling lambat 21 (dua puluh satu) hari sebelum pelantikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'times new roman', times, serif;\">Dan Ayat (3) menyatakan, dalam hal calon terpilih tidak menyampaikan tanda terima pelaporan harta kekayaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2), KPU, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten\/Kota tidak mencantumkan nama yang bersangkutan dalam penyampaian nama calon terpilih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'times new roman', times, serif;\">Terkait Peraturan KPU Nomor 6 Tahun 2024 tersebut, secara tegas Erwin mengatakan pihaknya akan memberikan sanksi kepada anggota DPRD terpilih yang tidak menyampaikan tanda terima pelaporan harta kekayaannya. &#8220;Pelantikan mereka yang belum menyerahkan tanda terima LHKPN akan kita tunda,&#8221; tegas Erwin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'times new roman', times, serif;\">Diakui Erwin, penyerahan tanda terima LHKPN ke KPU masih &#8216;in progress&#8217; dan masih memiliki rentang waktu lama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: 'times new roman', times, serif;\">&#8220;Sebab pelantikan anggota DPRD Batu Bara hasil Pemilu legislatif 2024 dijadwalkan pada Senin 25 November 2024. Jadi masih banyak waktu,&#8221; tutup Erwin.<span style=\"color: #ff0000;\"><strong><em>red<\/em><\/strong><\/span><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Batu Bara | Baru 13 dari 40 anggota DPRD Batu Bara terpilih yang menyerahkan tanda terima Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) ke Komisi Pemilihan &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":469,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[],"class_list":["post-468","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pemerintah-daerah"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/468","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=468"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/468\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":473,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/468\/revisions\/473"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/469"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=468"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=468"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=468"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}