{"id":2477,"date":"2026-05-14T03:40:58","date_gmt":"2026-05-14T03:40:58","guid":{"rendered":"https:\/\/arsiponline.com\/?p=2477"},"modified":"2026-05-14T03:40:58","modified_gmt":"2026-05-14T03:40:58","slug":"in-journal-chapter-1-berhasil-digelar-angkat-tema-keberlanjutan-dan-inovasi-sosial","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/2026\/05\/14\/in-journal-chapter-1-berhasil-digelar-angkat-tema-keberlanjutan-dan-inovasi-sosial\/","title":{"rendered":"IN-Journal Chapter 1 Berhasil Digelar, Angkat Tema Keberlanjutan dan Inovasi Sosial"},"content":{"rendered":"<p><strong>Jakarta, 13 Mei 2026<\/strong> \u2013 PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun hubungan yang kolaboratif dengan insan media melalui penyelenggaraan INALUM Journalistic (IN-Journal) Chapter 1. Kegiatan ini menjadi wadah pengembangan kreativitas, kompetensi, dan budaya jurnalistik bagi insan media, khususnya di Sumatera Utara, melalui karya tulis yang berkualitas, berbasis fakta, informatif, inspiratif, serta memiliki nilai komunikasi yang kuat terhadap isu-isu strategis perusahaan dan keberlanjutan masyarakat.<\/p>\n<p>Corporate Secretary INALUM Mahyaruddin Ende menyebut bahwa IN-Journal dihadirkan sebagai ruang kolaborasi antara perusahaan dan media dalam menghadirkan narasi yang konstruktif mengenai industri dan keberlanjutan yang berbasis data. Sekaligus sebagai sarana perusahaan menampung minat dan bakat para Insan Jurnalis di Sumatera Utara dalam jurnalistik.<\/p>\n<p>\u201cMelalui IN-Journal, kami ingin mendorong lahirnya karya-karya jurnalistik yang tidak hanya informatif, tetapi juga mampu menghadirkan perspektif yang lebih mendalam mengenai isu keberlanjutan, energi bersih, dan dampak sosial industri bagi masyarakat. Kami percaya media memiliki peran penting dalam membangun pemahaman publik yang objektif dan edukatif,\u201d ujar Mahyaruddin.<\/p>\n<p>Pada penyelenggaraan perdana ini, IN-Journal Chapter I memiliki periode dari 10-30 April 2026 dengan mengangkat tema \u201cPROPER INALUM: Dari Energi Bersih Hingga Inovasi Sosial\u201d dengan subtema \u201cSinergi Keberlanjutan: Menghadirkan Energi Bersih, Inovasi Industri dan Dampak Sosial yang Bernilai bagi Indonesia.\u201d Tema tersebut mendorong para peserta untuk menghadirkan karya jurnalistik yang mengangkat implementasi ESG, energi bersih, inovasi industri, hingga kontribusi sosial perusahaan dalam pembangunan berkelanjutan.<\/p>\n<p>Berbagai karya yang masuk dinilai berdasarkan sejumlah aspek, mulai dari kualitas ide dan orisinalitas, nilai berita, riset dan akurasi, struktur penulisan, gaya bahasa, hingga kemampuan menghadirkan prinsip cover both-side. Penjurian dilakukan oleh jurnalis senior nasional dengan metode blind-document (artikel yang dinilai tidak memiliki nama penulis) untuk menjaga netralitas. Melalui kegiatan ini, INALUM berharap budaya literasi dan jurnalistik yang berkualitas dapat terus tumbuh serta menjadi bagian dari penguatan komunikasi yang edukatif dan berdampak positif bagi masyarakat.<\/p>\n<p>Adapun para pemenang IN-Journal Chapter 1 adalah:<\/p>\n<p>\u2022 Juara 1: Suri Kartika Dewi \u2013 Timenews.co.id, \u201cMahakarya di Tanah Asahan: Menenun Emas dari Energi Bersih dan Kepedulian Sosial\u201d<\/p>\n<p>\u2022 Juara 2: Agusdiansyah Hasibuan \u2013 Waspada.id, \u201cPROPER Emas dan Hijau Inalum untuk Sumut yang Bermasa Depan\u201d<\/p>\n<p>\u2022 Juara 3: Doni Hermawan \u2013 IDN Times Sumut, \u201cJejak di Balik PROPER, Menilik Strategi Keberlanjutan Inalum\u201d<\/p>\n<p>\u2022 Juara Harapan 1: Ismanto Panjaitan \u2013 Medan Merdeka, \u201cKemilau Alumunium di Tepian Sungai Asahan\u201d<\/p>\n<p>\u2022 Juara Harapan 2: Sapriadi \u2013 Harian Waspada, \u201cInalum, Untuk Saat Ini dan Mendatang\u201d<\/p>\n<p>*IN-Journal Chapter II Siap Digelar, Apa Temanya?*<\/p>\n<p>Sebagai bentuk keberlanjutan program, INALUM juga akan segera menghadirkan IN-Journal Chapter II yang mengangkat tema mengenai konservasi dan lingkungan. Tema tersebut diharapkan dapat mendorong lahirnya karya jurnalistik yang lebih mendalam mengenai pelestarian lingkungan, keanekaragaman hayati, hingga upaya keberlanjutan industri dalam menjaga keseimbangan ekosistem.<\/p>\n<p>Kepala Departemen Manajemen Komunikasi INALUM Utrich Farzah menyebut bahwa untuk tema IN-Journal Chapter II akan fokus pada isu lingkungan, konservasi, dan keberlanjutan. Ia berharap bahwa karya yang masuk akan fokus pada isu tersebut dan lebih menggali isu lingkungan yang menjadi tantangan bersama di Sumatera Utara dan Indonesia.<\/p>\n<p>\u201cChapter berikutnya akan banyak berbicara tentang hubungan manusia, industri, dan alam. Kami ingin menghadirkan karya-karya jurnalistik yang mampu melihat isu lingkungan bukan hanya sebagai tantangan, tetapi juga sebagai cerita tentang harapan, keberlanjutan, dan masa depan,\u201d ujar Utrich.<\/p>\n<p>INALUM memiliki komitmen untuk terus mendorong peningkatan kualitas dan kapasitas insan jurnalis melalui berbagai ruang kolaboratif, salah satunya melalui kompetisi jurnalistik seperti IN-Journal. Perusahaan berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang apresiasi karya, tetapi juga menjadi sarana komunikasi yang positif dan konstruktif antara perusahaan, media, dan masyarakat dalam menghadirkan informasi yang akurat, edukatif, serta memberikan dampak yang baik bagi publik.<strong><em>ws<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, 13 Mei 2026 \u2013 PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun hubungan yang kolaboratif dengan insan media melalui penyelenggaraan INALUM Journalistic &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2478,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[52],"tags":[],"class_list":["post-2477","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bumn"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2477","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2477"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2477\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2479,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2477\/revisions\/2479"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2478"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2477"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2477"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2477"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}