{"id":2446,"date":"2026-04-28T08:30:12","date_gmt":"2026-04-28T08:30:12","guid":{"rendered":"https:\/\/arsiponline.com\/?p=2446"},"modified":"2026-04-28T08:30:12","modified_gmt":"2026-04-28T08:30:12","slug":"dprd-batu-bara-terima-audiensi-majelis-kedatukan-melayu-dorong-perda-penguatan-lembaga-adat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/2026\/04\/28\/dprd-batu-bara-terima-audiensi-majelis-kedatukan-melayu-dorong-perda-penguatan-lembaga-adat\/","title":{"rendered":"DPRD BATU BARA TERIMA AUDIENSI MAJELIS KEDATUKAN MELAYU, DORONG PERDA PENGUATAN LEMBAGA ADAT"},"content":{"rendered":"<p><strong>BATU BARA<\/strong>, 21 April 2026 \u2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Batu Bara menerima kunjungan audiensi dari Majelis Kedatukan Melayu Batu Bara. Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan DPRD, Selasa (21\/04\/2026), ini menjadi momentum penting dalam upaya memperkuat eksistensi lembaga adat melalui pembentukan Peraturan Daerah (Perda).<\/p>\n<p>Audiensi dipimpin langsung oleh Wakil Ketua II DPRD Batu Bara, Rodial. Sementara itu, rombongan Majelis Kedatukan Melayu dipimpin oleh Ketua, Dato Setiawangsa II, didampingi Sekretaris Muhammad Rozali serta jajaran pengurus lainnya.<\/p>\n<p>Dalam pertemuan tersebut, pihak Majelis menyampaikan aspirasi terkait urgensi pembentukan Perda sebagai payung hukum yang jelas. Hal ini dinilai krusial tidak hanya untuk memperkuat budaya Melayu, tetapi juga mencegah terjadinya dualisme atau perpecahan di tengah lembaga adat.<\/p>\n<p>Dato Setiawangsa II menegaskan bahwa Majelis Kedatukan Melayu Batu Bara merupakan wadah tunggal yang menghimpun zuriat dari sembilan Kedatukan, yang merupakan cikal bakal berdirinya Kabupaten Batu Bara.<\/p>\n<p>\u201cMelalui Perda nantinya, kami berharap seluruh keturunan ini dapat bersatu dalam satu lembaga yang solid dan diakui resmi. Dengan adanya payung hukum, Majelis juga dapat dilibatkan dalam setiap kebijakan yang berkaitan dengan adat, budaya, serta kepentingan masyarakat asli Batu Bara,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua II DPRD Rodial menyampaikan apresiasi tinggi atas semangat musyawarah yang ditunjukkan. Ia menilai keberadaan lembaga adat memiliki peran strategis dalam menjembatani komunikasi antara masyarakat dan pemerintah.<\/p>\n<p>\u201cKami menyadari keterbatasan kami dalam menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Karena itu, kemitraan dengan lembaga adat sangat penting, terutama dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai luhur budaya Melayu,\u201d kata Rodial.<\/p>\n<p>Sekretaris Majelis, Muhammad Rozali, juga menegaskan komitmen pihaknya untuk terus bersinergi mendukung pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.<\/p>\n<p>Audiensi ini turut dihadiri oleh Wakil Sekretaris Raisha Ramadhan, Ketua Laskar Zuriat Muhammad Yusuf, perwakilan dari berbagai Kedatukan, serta jajaran pengurus lainnya.<\/p>\n<p>Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama untuk terus memperkuat komunikasi demi mendorong lahirnya regulasi yang berpihak pada pelestarian adat dan budaya Melayu di Kabupaten Batu Bara.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BATU BARA, 21 April 2026 \u2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Batu Bara menerima kunjungan audiensi dari Majelis Kedatukan Melayu Batu Bara. Pertemuan yang &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2447,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[451],"class_list":["post-2446","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pemerintah-daerah","tag-dprdbatubara-majelismelayu-perdaadat-budayamelayu-batubara-sumaterautara-pelestarianbudaya-lembagaadat-aspirasimasyarakat-beritadaerah"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2446","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2446"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2446\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2448,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2446\/revisions\/2448"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2447"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2446"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2446"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2446"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}