{"id":2293,"date":"2026-02-14T03:49:15","date_gmt":"2026-02-14T03:49:15","guid":{"rendered":"https:\/\/arsiponline.com\/?p=2293"},"modified":"2026-02-14T03:49:15","modified_gmt":"2026-02-14T03:49:15","slug":"proyek-sgar-fase-2-dan-smelter-mempawah-diyakini-jadi-motor-baru-industri-aluminium-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/2026\/02\/14\/proyek-sgar-fase-2-dan-smelter-mempawah-diyakini-jadi-motor-baru-industri-aluminium-indonesia\/","title":{"rendered":"Proyek SGAR Fase 2 dan Smelter Mempawah Diyakini Jadi Motor Baru Industri Aluminium Indonesia"},"content":{"rendered":"<p><strong>Pontianak, 12 Februari 2026<\/strong> \u2013 Komisi VI DPR RI menegaskan komitmen kuat dalam mengawal agenda hilirisasi pertambangan nasional, khususnya pembangunan Smelter Aluminium Mempawah dan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase 2 di Kalimantan Barat.<\/p>\n<p>Penegasan tersebut disampaikan dalam kunjungan kerja spesifik yang dilaksanakan di Pontianak. Kegiatan ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPR RI untuk menggali lebih dalam kesiapan proyek strategis nasional agar benar-benar memberikan dampak nyata bagi perekonomian daerah maupun nasional.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-2295\" src=\"http:\/\/arsiponline.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/IMG-20260214-WA0001.jpg\" alt=\"\" width=\"1080\" height=\"772\" srcset=\"https:\/\/arsiponline.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/IMG-20260214-WA0001.jpg 1080w, https:\/\/arsiponline.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/IMG-20260214-WA0001-250x179.jpg 250w, https:\/\/arsiponline.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/IMG-20260214-WA0001-315x225.jpg 315w, https:\/\/arsiponline.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/IMG-20260214-WA0001-768x549.jpg 768w, https:\/\/arsiponline.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/IMG-20260214-WA0001-84x60.jpg 84w\" sizes=\"auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px\" \/><\/p>\n<p>Melalui fungsi pengawasan, Komisi VI memastikan proyek pengolahan bauksit menjadi alumina hingga aluminium di Mempawah berjalan tepat waktu, sesuai target, serta mampu menciptakan nilai tambah dan lapangan kerja bagi masyarakat Kalimantan Barat.<\/p>\n<p>Dalam pertemuan tersebut, PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) memaparkan progres pembangunan Fasilitas Pengolahan dan Pemurnian Bauksit\u2013Alumina\u2013Aluminium di Mempawah, yang menjadi bagian penting dari rantai hilirisasi mineral nasional.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-2296\" src=\"http:\/\/arsiponline.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/IMG-20260214-WA0002.jpg\" alt=\"\" width=\"1080\" height=\"740\" srcset=\"https:\/\/arsiponline.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/IMG-20260214-WA0002.jpg 1080w, https:\/\/arsiponline.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/IMG-20260214-WA0002-250x171.jpg 250w, https:\/\/arsiponline.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/IMG-20260214-WA0002-328x225.jpg 328w, https:\/\/arsiponline.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/IMG-20260214-WA0002-768x526.jpg 768w, https:\/\/arsiponline.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/IMG-20260214-WA0002-88x60.jpg 88w\" sizes=\"auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px\" \/><\/p>\n<p>Direktur Utama INALUM, Melati Sarnita, menyampaikan optimisme terhadap integrasi industri aluminium nasional. \u201cKami optimistis integrasi pasokan bauksit, proses pemurnian alumina, hingga pengolahan aluminium akan menjadi motor penggerak ekonomi yang tangguh bagi masa depan industri aluminium nasional,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI, Eko Hendro Purnomo, menegaskan bahwa DPR RI berkomitmen penuh mengawal agenda hilirisasi mineral di Kalimantan Barat. \u201cKunjungan kerja spesifik ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan Komisi VI DPR RI untuk memastikan proyek hilirisasi bauksit melalui fasilitas pengolahan dan pemurnian di Mempawah berjalan sesuai target, tepat waktu, dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian daerah serta nasional,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Kunjungan ini juga bertujuan mengidentifikasi berbagai kendala teknis, regulasi, dan tantangan global yang berpotensi memengaruhi percepatan proyek hilirisasi aluminium. Melalui dialog konstruktif antara legislatif dan manajemen perusahaan, diharapkan dapat ditemukan langkah-langkah taktis guna memperkuat daya saing industri nasional di tengah dinamika pasar global.<\/p>\n<p>Proyek smelter aluminium dan SGAR Fase 2 di Mempawah diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat kemandirian industri dalam negeri, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis sumber daya alam dengan nilai tambah tinggi.<strong><em>Il_06<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pontianak, 12 Februari 2026 \u2013 Komisi VI DPR RI menegaskan komitmen kuat dalam mengawal agenda hilirisasi pertambangan nasional, khususnya pembangunan Smelter Aluminium Mempawah dan Smelter &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2294,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[52],"tags":[432],"class_list":["post-2293","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bumn","tag-inalumhilirisasi-smeltermempawah-sgarfase2-komisividprri-hilirisasibauksit-aluminiumnasional-kalimantanbarat-pontianak-investasistrategis"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2293","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2293"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2293\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2298,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2293\/revisions\/2298"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2294"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2293"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2293"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2293"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}