{"id":2227,"date":"2026-02-07T01:28:01","date_gmt":"2026-02-07T01:28:01","guid":{"rendered":"https:\/\/arsiponline.com\/?p=2227"},"modified":"2026-02-07T01:28:01","modified_gmt":"2026-02-07T01:28:01","slug":"sinergi-bumn-di-terminal-kijing-inalum-perkuat-standar-k3-penanganan-kargo-alumina","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/2026\/02\/07\/sinergi-bumn-di-terminal-kijing-inalum-perkuat-standar-k3-penanganan-kargo-alumina\/","title":{"rendered":"Sinergi BUMN di Terminal Kijing, INALUM Perkuat Standar K3 Penanganan Kargo Alumina"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: left;\"><strong>BATU BARA<\/strong> \u2013 Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lapangan menjadi fondasi utama dalam menciptakan efisiensi operasional yang berkelanjutan. Hal ini mendorong PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) menerima kunjungan benchmarking strategis dari PT Pelabuhan Tanjung Priok, Jumat (6\/2\/2026).<\/p>\n<p>Kunjungan tersebut difokuskan pada pertukaran perspektif terkait standar penanganan kargo yang aman, efektif, dan sesuai praktik terbaik industri kepelabuhanan. Terminal Kijing dipilih sebagai lokasi karena perannya yang strategis dalam mendukung rantai pasok bahan baku alumina bagi hilirisasi aluminium nasional.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-2229\" src=\"http:\/\/arsiponline.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/IMG-20260207-WA0000.jpg\" alt=\"\" width=\"1080\" height=\"793\" srcset=\"https:\/\/arsiponline.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/IMG-20260207-WA0000.jpg 1080w, https:\/\/arsiponline.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/IMG-20260207-WA0000-250x184.jpg 250w, https:\/\/arsiponline.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/IMG-20260207-WA0000-306x225.jpg 306w, https:\/\/arsiponline.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/IMG-20260207-WA0000-768x564.jpg 768w, https:\/\/arsiponline.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/IMG-20260207-WA0000-82x60.jpg 82w\" sizes=\"auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px\" \/><\/p>\n<p>Dalam operasional, memastikan setiap ton kargo alumina tertangani dengan tepat membutuhkan pengamatan dan pengelolaan cermat. Mulai dari mekanisasi peralatan, efektivitas alur kerja, hingga penerapan prosedur keselamatan di lapangan \u2013 seluruh aspek krusial untuk menjaga kelancaran operasional dan meminimalkan risiko kerja.<\/p>\n<p>INALUM menegaskan bahwa K3 bukan sekadar prosedur administratif, melainkan fondasi utama untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan keselamatan kerja. Fokus ini menjadi landasan kolaborasi bersama PT Pelabuhan Tanjung Priok dalam menyelaraskan standar operasional.<\/p>\n<p>Melalui benchmarking ini, kedua pihak berharap dapat mengoptimalkan layanan kargo di Terminal Kijing secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat dukungan terhadap program hilirisasi aluminium nasional yang menjadi prioritas pemerintah.<\/p>\n<p>Kolaborasi ini juga menjadi wujud nyata sinergi antar-BUMN dalam menciptakan sistem kepelabuhanan yang aman, efisien, dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional maupun global.<strong><em>W&#8217;s<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BATU BARA \u2013 Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lapangan menjadi fondasi utama dalam menciptakan efisiensi operasional yang berkelanjutan. Hal ini mendorong PT Indonesia &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2228,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[52],"tags":[],"class_list":["post-2227","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bumn"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2227","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2227"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2227\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2231,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2227\/revisions\/2231"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2228"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2227"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2227"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2227"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}