{"id":2025,"date":"2025-12-09T01:06:10","date_gmt":"2025-12-09T01:06:10","guid":{"rendered":"https:\/\/arsiponline.com\/?p=2025"},"modified":"2025-12-09T01:06:10","modified_gmt":"2025-12-09T01:06:10","slug":"antisipasi-dbd-pasca-banjir-lapas-labuhan-ruku-gelar-fogging-total-di-seluruh-blok-hunian","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/2025\/12\/09\/antisipasi-dbd-pasca-banjir-lapas-labuhan-ruku-gelar-fogging-total-di-seluruh-blok-hunian\/","title":{"rendered":"Antisipasi DBD Pasca Banjir, Lapas Labuhan Ruku Gelar Fogging Total di Seluruh Blok Hunian"},"content":{"rendered":"<p><strong>Batubara<\/strong> \u2014 <em>Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Labuhan Ruku<\/em> bergerak cepat melakukan <strong>fogging besar-besaran<\/strong> di seluruh blok hunian untuk mencegah penyebaran <strong>Demam Berdarah Dengue (DBD)<\/strong>, Senin (8\/12). Langkah ini dilakukan usai <strong>banjir yang melanda area hunian<\/strong>, yang berpotensi meningkatkan perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.<\/p>\n<p>Kegiatan fogging dilaksanakan bekerja sama dengan <strong>Dinas Kesehatan Kabupaten Batubara<\/strong>, yang menurunkan tim khusus untuk penyemprotan.<\/p>\n<p><strong>Kalapas Labuhan Ruku, Soetopo Berutu<\/strong>, hadir langsung mendampingi proses fogging bersama <strong>Ka KPLP, Kasubsi Bimkemaswat, serta jajaran pegawai lainnya<\/strong>. Kehadiran pimpinan ini menjadi <strong>penegasan komitmen lapas dalam menjaga kesehatan, keselamatan, dan kebersihan lingkungan<\/strong> bagi warga binaan maupun petugas.<\/p>\n<p>Sebelum penyemprotan dilakukan, petugas melakukan <strong>pengecekan area<\/strong> serta memastikan <strong>warga binaan berada pada posisi aman<\/strong>. Proses fogging kemudian dilakukan menyeluruh ke:<\/p>\n<p>\ud83d\udd39 <strong>Setiap sudut kamar hunian<\/strong><br \/>\n\ud83d\udd39 <strong>Kamar mandi blok dan selokan<\/strong><br \/>\n\ud83d\udd39 <strong>Area terbuka yang berpotensi menampung air<\/strong><br \/>\n\ud83d\udd39 <strong>Kantor pegawai<\/strong>, sebagai langkah pencegahan total<\/p>\n<p>Tindakan ini dilakukan untuk memastikan <strong>eradikasi maksimal nyamuk DBD<\/strong> yang berkembang biak setelah banjir.<\/p>\n<p>Kalapas Soetopo Berutu menegaskan bahwa <strong>fogging, menjaga kebersihan lingkungan, dan memeriksa potensi genangan air akan terus dilakukan secara berkala<\/strong>. Ia menyebutkan bahwa langkah ini merupakan wujud nyata dukungan lapas terhadap <strong>program kesehatan pemerintah<\/strong> dan untuk menjaga lingkungan Lapas tetap <strong>steril dari penyakit menular<\/strong>.<strong><em>il_06<\/em><\/strong><\/p>\n<hr \/>\n<p>#AntisipasiDBD<br \/>\n#LapasLabuhanRuku<br \/>\n#FoggingLapas<br \/>\n#BatuBaraSehat<br \/>\n#CegahDBD<br \/>\n#PemasyarakatanPeduli<br \/>\n#KemenkumhamSumut<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Batubara \u2014 Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Labuhan Ruku bergerak cepat melakukan fogging besar-besaran di seluruh blok hunian untuk mencegah penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD), &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2026,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[257],"tags":[410],"class_list":["post-2025","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-menkumham","tag-antisipasidbd-lapaslabuhanruku-fogginglapas-batubarasehat-cegahdbd-pemasyarakatanpeduli-kemenkumhamsumut"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2025","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2025"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2025\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2027,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2025\/revisions\/2027"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2026"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2025"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2025"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2025"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}