{"id":2012,"date":"2025-11-29T07:16:24","date_gmt":"2025-11-29T07:16:24","guid":{"rendered":"https:\/\/arsiponline.com\/?p=2012"},"modified":"2025-11-29T07:16:24","modified_gmt":"2025-11-29T07:16:24","slug":"hari-kedua-latihan-fmd-di-lapas-labuhan-ruku-penguatan-disiplin-dan-kesiapsiagaan-petugas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/2025\/11\/29\/hari-kedua-latihan-fmd-di-lapas-labuhan-ruku-penguatan-disiplin-dan-kesiapsiagaan-petugas\/","title":{"rendered":"Hari Kedua Latihan FMD di Lapas Labuhan Ruku: Penguatan Disiplin dan Kesiapsiagaan Petugas"},"content":{"rendered":"<p><strong>Batubara \u2014<\/strong>\u00a0<em>Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku kembali melanjutkan<\/em>\u00a0<strong>Latihan Kesamaptaan Fisik, Mental, dan Disiplin (FMD)<\/strong>\u00a0bersama Batalyon Infanteri 126\/KC pada hari kedua pelaksanaan, Sabtu (29\/11). Pada sesi kali ini, sebagian besar materi pembinaan dipusatkan di halaman Lapas, sehingga memberikan\u00a0<strong>ruang lebih luas bagi peserta<\/strong>\u00a0untuk mengikuti latihan secara maksimal.<\/p>\n<p>Pelaksanaan hari kedua dimulai dengan pengarahan langsung dari instruktur Yonif 126\/KC. Materi yang diberikan sejatinya serupa dengan hari pertama, namun\u00a0<strong>diikuti oleh peserta dari gelombang berbeda<\/strong>\u00a0sebagai bagian dari sistem pembagian jadwal dua gelombang. Metode ini dirancang untuk memastikan\u00a0<em>seluruh petugas pemasyarakatan<\/em>\u00a0mendapatkan porsi pelatihan yang\u00a0<strong>merata dan terstruktur<\/strong>.<\/p>\n<p>Dalam latihan tersebut, peserta kembali mendapatkan penguatan\u00a0<strong>Peraturan Baris Berbaris (PBB)<\/strong>, mulai dari sikap dasar baris, teknik langkah, hingga kemampuan mengikuti komando secara cepat dan tepat. Selain itu, mereka juga menjalani\u00a0<strong>latihan fisik intensif<\/strong>\u00a0guna meningkatkan ketahanan tubuh serta menanamkan sikap siap siaga dalam menjalankan tugas.<\/p>\n<p>Instruktur turut melakukan\u00a0<strong>pemeriksaan kerapian<\/strong>\u00a0sebagai bagian dari pembinaan etika kedinasan. Tak hanya itu, peserta juga menerima materi\u00a0<strong>simulasi sikap hormat kepada pimpinan<\/strong>, sebagai bentuk penguatan karakter dan kedisiplinan petugas pemasyarakatan.<\/p>\n<p>Kegiatan ini turut dipantau langsung oleh\u00a0<strong>Kasubag Tata Usaha Suriawan<\/strong>\u00a0serta\u00a0<strong>Kasubsi Pelaporan dan Tata Tertib Afri Indra Gunawan<\/strong>, yang memastikan seluruh rangkaian berjalan tertib dan sesuai arahan yang telah ditetapkan.<\/p>\n<p><strong>Melalui latihan hari kedua ini, Lapas Labuhan Ruku kembali menegaskan komitmennya<\/strong>\u00a0dalam membentuk petugas yang semakin\u00a0<strong>siap, solid, berintegritas, dan profesional<\/strong> dalam menjalankan tugas pemasyarakatan.<span style=\"color: #ff0000;\"><strong><em>il_06<\/em><\/strong><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Batubara \u2014\u00a0Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku kembali melanjutkan\u00a0Latihan Kesamaptaan Fisik, Mental, dan Disiplin (FMD)\u00a0bersama Batalyon Infanteri 126\/KC pada hari kedua pelaksanaan, Sabtu (29\/11). Pada sesi &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2013,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[257],"tags":[],"class_list":["post-2012","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-menkumham"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2012","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2012"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2012\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2014,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2012\/revisions\/2014"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2013"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2012"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2012"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2012"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}