{"id":1920,"date":"2025-11-07T02:59:39","date_gmt":"2025-11-07T02:59:39","guid":{"rendered":"https:\/\/arsiponline.com\/?p=1920"},"modified":"2025-11-07T02:59:39","modified_gmt":"2025-11-07T02:59:39","slug":"buka-akses-pendidikan-di-balik-jeruji-lapas-labuhan-ruku-gelar-program-pkbm-paket-a-b-dan-c-untuk-warga-binaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/2025\/11\/07\/buka-akses-pendidikan-di-balik-jeruji-lapas-labuhan-ruku-gelar-program-pkbm-paket-a-b-dan-c-untuk-warga-binaan\/","title":{"rendered":"Buka Akses Pendidikan di Balik Jeruji, Lapas Labuhan Ruku Gelar Program PKBM Paket A, B, dan C untuk Warga Binaan"},"content":{"rendered":"<p><strong>Batu Bara<\/strong> \u2014 Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Labuhan Ruku terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pembinaan komprehensif bagi warga binaan. Kamis (6\/11), Lapas Labuhan Ruku secara resmi membuka kegiatan <strong>Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM)<\/strong> untuk <strong>Paket A, B, dan C<\/strong>, sebagai upaya membuka kembali akses pendidikan di balik jeruji besi.<\/p>\n<p>Kegiatan ini dibuka langsung oleh <strong>Kepala Lapas Labuhan Ruku, Soetopo Berutu<\/strong>, didampingi <strong>Kasi Binadik, Benny Wijaya Tarigan<\/strong>. Program pendidikan tersebut merupakan hasil kerja sama dengan <strong>PKBM Amanah Al Wasliyah Indrapura<\/strong>, yang ditunjuk oleh <strong>Dinas Pendidikan Kabupaten Batu Bara<\/strong> sebagai pelaksana kegiatan belajar nonformal di lapas.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-1922\" src=\"http:\/\/arsiponline.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/IMG-20251107-WA0026.jpg\" alt=\"\" width=\"1280\" height=\"960\" srcset=\"https:\/\/arsiponline.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/IMG-20251107-WA0026.jpg 1280w, https:\/\/arsiponline.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/IMG-20251107-WA0026-250x188.jpg 250w, https:\/\/arsiponline.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/IMG-20251107-WA0026-300x225.jpg 300w, https:\/\/arsiponline.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/IMG-20251107-WA0026-100x75.jpg 100w, https:\/\/arsiponline.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/IMG-20251107-WA0026-768x576.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px\" \/><\/p>\n<p>Sebanyak <strong>32 warga binaan<\/strong> terdaftar sebagai peserta pada tahap awal program ini. Mereka mengikuti kegiatan belajar dengan semangat tinggi untuk menuntaskan jenjang pendidikan yang sempat terhenti.<\/p>\n<p>Dalam sambutannya, <strong>Kalapas Soetopo Berutu<\/strong> menegaskan bahwa pendidikan merupakan kunci penting bagi masa depan warga binaan setelah bebas.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cMelalui PKBM ini, saya berharap seluruh peserta dapat bersungguh-sungguh mengikuti proses belajar. Pendidikan adalah bekal berharga agar mereka memiliki masa depan yang lebih cerah dan mampu berkontribusi positif ketika kembali ke masyarakat,\u201d ujarnya.<\/p><\/blockquote>\n<p>Sementara itu, <strong>Kepala Sekolah PKBM Amanah Al Wasliyah Indrapura<\/strong> menjelaskan bahwa sistem pembelajaran akan disesuaikan dengan jadwal kegiatan di dalam lapas. Para tenaga pengajar juga telah disiapkan untuk memberikan pendampingan optimal agar kegiatan belajar berjalan efektif dan menyenangkan.<\/p>\n<p>Melalui program PKBM ini, <strong>Lapas Labuhan Ruku<\/strong> tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan, tetapi juga menghadirkan kesempatan nyata bagi warga binaan untuk meningkatkan kualitas diri melalui pendidikan. Program ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam mewujudkan tujuan pemasyarakatan, yakni <strong>membangun manusia seutuhnya yang berdaya dan berakhlak<\/strong>.<span style=\"color: #ff0000;\"><strong><em>il_06<\/em><\/strong><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Batu Bara \u2014 Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Labuhan Ruku terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pembinaan komprehensif bagi warga binaan. Kamis (6\/11), Lapas Labuhan Ruku &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1921,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[257],"tags":[398],"class_list":["post-1920","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-menkumham","tag-sahabatlalaku-pendidikanwargabinaan-pkbmlapaslabuhanruku-batubaraberkarya-pemasyarakatanmaju-belajartanpabatas-lapasbersinar"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1920","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1920"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1920\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1923,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1920\/revisions\/1923"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1921"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1920"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1920"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1920"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}