{"id":1917,"date":"2025-11-06T00:51:00","date_gmt":"2025-11-06T00:51:00","guid":{"rendered":"https:\/\/arsiponline.com\/?p=1917"},"modified":"2025-11-06T00:51:00","modified_gmt":"2025-11-06T00:51:00","slug":"razia-rutin-di-blok-akasia-lapas-labuhan-ruku-pastikan-lingkungan-pemasyarakatan-tetap-kondusif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/2025\/11\/06\/razia-rutin-di-blok-akasia-lapas-labuhan-ruku-pastikan-lingkungan-pemasyarakatan-tetap-kondusif\/","title":{"rendered":"Razia Rutin di Blok Akasia, Lapas Labuhan Ruku Pastikan Lingkungan Pemasyarakatan Tetap Kondusif"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #ff0000;\"><strong>Batubara, 5 November 2025<\/strong> \u2013<\/span> Dalam rangka deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib), <strong>Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Labuhan Ruku<\/strong> melaksanakan <strong>razia rutin di Kamar 1 Blok Akasia<\/strong>, Selasa malam (05\/11).<\/p>\n<p>Kegiatan ini dipimpin langsung oleh <strong>Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka KPLP) Ziko Lukita<\/strong> didampingi <strong>Kasi Administrasi Keamanan dan Ketertiban (Adm Kamtib) Samuel Siregar<\/strong>, serta diikuti oleh <strong>staf KPLP, staf Kamtib, Komandan Jaga, dan seluruh regu jaga yang bertugas.<\/strong><\/p>\n<p>Sebelum razia dimulai, Ka KPLP <strong>Ziko Lukita<\/strong> memberikan pengarahan agar kegiatan dilakukan secara <strong>cermat, teliti, namun tetap mengedepankan sikap humanis<\/strong>.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cRazia ini merupakan bagian dari kegiatan rutin dalam menjaga keamanan dan ketertiban di dalam Lapas. Laksanakan dengan penuh tanggung jawab, tetap menjaga etika dan situasi agar tetap kondusif,\u201d tegas Ziko.<\/p><\/blockquote>\n<p>Proses razia dilakukan dengan menertibkan warga binaan pemasyarakatan (WBP) secara bergantian untuk <strong>pemeriksaan badan<\/strong>, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan menyeluruh terhadap <strong>lemari, tempat tidur, dan seluruh sudut ruangan kamar hunian<\/strong>.<\/p>\n<p>Dari hasil razia tersebut, <strong>tidak ditemukan handphone maupun narkoba.<\/strong> Namun, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang yang tidak semestinya berada di dalam kamar. <strong>Seluruh barang sitaan<\/strong> kemudian diamankan untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.<\/p>\n<p>Kegiatan berlangsung dengan <strong>tertib, aman, dan lancar<\/strong>, serta menjadi bukti nyata komitmen <strong>Lapas Labuhan Ruku<\/strong> dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang <strong>aman, tertib, dan bebas dari gangguan kamtib<\/strong>.<span style=\"color: #ff0000;\"><strong><em>il_06<\/em><\/strong><\/span><\/p>\n<hr \/>\n<p><em>#SahabatLalaku<\/em>#LalakuBersahabat #DitjenPAS #KemenkumhamRI #Kemenimipas #KanwilDitjenPASumT #RaziaRutin #PemasyarakatanBersih #LapasLabuhanRuku #BatubaraAman #KamtibTerkendali #ReformasiBirokrasi #RBKunwas #Ombudsman<\/p>\n<hr \/>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Batubara, 5 November 2025 \u2013 Dalam rangka deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib), Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Labuhan Ruku melaksanakan razia &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1918,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[257],"tags":[],"class_list":["post-1917","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-menkumham"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1917","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1917"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1917\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1919,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1917\/revisions\/1919"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1918"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1917"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1917"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1917"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}