{"id":1870,"date":"2025-10-24T23:50:52","date_gmt":"2025-10-24T23:50:52","guid":{"rendered":"https:\/\/arsiponline.com\/?p=1870"},"modified":"2025-10-24T23:50:52","modified_gmt":"2025-10-24T23:50:52","slug":"lapas-gunung-sitoli-kembali-kondusif-ditjenpas-ambil-langkah-tegas-usai-kericuhan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/2025\/10\/24\/lapas-gunung-sitoli-kembali-kondusif-ditjenpas-ambil-langkah-tegas-usai-kericuhan\/","title":{"rendered":"Lapas Gunung Sitoli Kembali Kondusif, Ditjenpas Ambil Langkah Tegas Usai Kericuhan"},"content":{"rendered":"<p><strong>Gunung Sitoli, 23 Oktober 2025<\/strong> \u2014 <em>Pasca insiden kericuhan yang sempat mengguncang Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Gunung Sitoli<\/em>, kini situasi kembali <strong>kondusif dan terkendali<\/strong>. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Hukum dan HAM <strong>bergerak cepat melakukan investigasi dan langkah penegakan disiplin<\/strong> terhadap pihak-pihak terkait.<\/p>\n<p><strong>Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sumatera Utara, Yudi Suseno<\/strong>, memastikan bahwa pihaknya telah melakukan <strong>komunikasi intensif dan penyelidikan mendalam<\/strong> terkait peristiwa tersebut.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cAlhamdulillah, kondisi Lapas Gunung Sitoli saat ini sudah kondusif. Kami terus melakukan langkah-langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang, sehingga proses pembinaan dan pengamanan dapat berjalan optimal,\u201d ujar Yudi, Kamis (23\/10).<\/p><\/blockquote>\n<p>Sebagai bentuk <strong>tanggung jawab dan transparansi<\/strong>, <strong>Kalapas Gunung Sitoli telah ditarik ke Kantor Wilayah untuk menjalani pemeriksaan<\/strong>.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cBerdasarkan hasil pendalaman sementara Ditjenpas, kami akan melanjutkan dengan pemeriksaan kode etik dan disiplin bagi Kalapas serta pihak lain yang dianggap terlibat,\u201d tegas Yudi.<\/p><\/blockquote>\n<p>Untuk menjaga keberlangsungan operasional, <strong>posisi sementara Kalapas digantikan oleh Pembina Keamanan Pemasyarakatan Ditjenpas Sumatera Utara, Eben Haezer Dipari<\/strong>, hingga hasil pemeriksaan final diumumkan.<\/p>\n<p>Menurut informasi awal, <strong>kericuhan dipicu oleh dugaan tindakan Kalapas terhadap seorang warga binaan<\/strong> yang tidak mematuhi aturan mengenai <strong>pemberian makanan dari luar lapas<\/strong>. Yudi menegaskan bahwa <strong>warga binaan yang sempat terluka telah mendapatkan perawatan medis<\/strong>, dan pihak keluarga juga telah <strong>diberi informasi resmi<\/strong> mengenai kondisinya.<br \/>\nWarga binaan tersebut diketahui akan segera memperoleh <strong>pembebasan bersyarat pada November 2025<\/strong>, sesuai <strong>Surat Keputusan Pembebasan Bersyarat dari Ditjenpas<\/strong>.<\/p>\n<p>Selain itu, Yudi menjelaskan bahwa <strong>Lapas Gunung Sitoli sering menerima pemindahan warga binaan dari berbagai lapas di Sumatera Utara<\/strong>, termasuk <strong>narapidana yang memiliki catatan pelanggaran di tempat sebelumnya<\/strong>.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cHal ini tentu membutuhkan penanganan ekstra untuk menjaga stabilitas keamanan dan keseimbangan di dalam lapas,\u201d tuturnya.<\/p><\/blockquote>\n<p>Ia juga menegaskan komitmen Ditjenpas bahwa <strong>pembinaan, pengamanan, dan pelayanan bagi warga binaan tetap menjadi prioritas utama<\/strong>, sesuai prinsip pemasyarakatan yang <strong>berorientasi pada pemulihan dan kemanusiaan<\/strong>.<span style=\"color: #ff0000;\"><strong><em>il_06<\/em><\/strong><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gunung Sitoli, 23 Oktober 2025 \u2014 Pasca insiden kericuhan yang sempat mengguncang Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Gunung Sitoli, kini situasi kembali kondusif dan terkendali. &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1871,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[257],"tags":[395],"class_list":["post-1870","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-menkumham","tag-lapasgunungsitoli-ditjenpas-kemenkumhamsumut-pemasyarakatan-penegakandisiplin-investigasilapas-reformasipemasyarakatan-sumutterkini"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1870","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1870"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1870\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1872,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1870\/revisions\/1872"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1871"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1870"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1870"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1870"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}