{"id":1846,"date":"2025-10-16T00:45:52","date_gmt":"2025-10-16T00:45:52","guid":{"rendered":"https:\/\/arsiponline.com\/?p=1846"},"modified":"2025-10-16T00:45:52","modified_gmt":"2025-10-16T00:45:52","slug":"permada-desak-kajatisu-usut-dugaan-korupsi-apbdes-timbang-jaya-langkat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/2025\/10\/16\/permada-desak-kajatisu-usut-dugaan-korupsi-apbdes-timbang-jaya-langkat\/","title":{"rendered":"PERMADA Desak Kajatisu Usut Dugaan Korupsi APBDes Timbang Jaya, Langkat"},"content":{"rendered":"<p><strong>Medan, 15 Oktober 2025<\/strong> \u2014 <em>Suara rakyat kembali menggema di Sumatera Utara.<\/em> Presidium Rakyat Membangun Peradaban (<strong>PERMADA<\/strong>) menyatakan akan <strong>menggelar aksi damai<\/strong> untuk menuntut <strong>pengusutan dugaan penyalahgunaan Dana Desa Timbang Jaya<\/strong>, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat.<\/p>\n<p>Aksi tersebut dijadwalkan <strong>Selasa, 21 Oktober 2025 pukul 11.00 WIB<\/strong> di <strong>depan Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajatisu)<\/strong>. Hal ini disampaikan oleh <strong>Koordinator Nasional PERMADA, Ariswan<\/strong>, dalam konferensi pers yang digelar di depan <strong>Polrestabes Medan<\/strong>, Selasa (15\/10\/2025).<\/p>\n<blockquote><p>\u201c<strong>Ini bukan semata-mata soal anggaran yang disalahgunakan, tapi tentang keadilan bagi rakyat desa. Kami tidak datang untuk membuat gaduh, kami datang untuk menagih tanggung jawab,<\/strong>\u201d tegas Ariswan di hadapan awak media.<\/p><\/blockquote>\n<p>Menurutnya, aksi ini merupakan bentuk tindak lanjut atas <strong>laporan masyarakat<\/strong> yang sebelumnya disampaikan oleh <strong>Usman<\/strong> kepada <strong>Kejaksaan Tinggi Sumut<\/strong> pada <strong>13 Oktober 2025<\/strong> terkait dugaan korupsi dalam <strong>Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Timbang Jaya<\/strong>.<\/p>\n<hr \/>\n<h3><strong>Dua Tuntutan Utama PERMADA<\/strong><\/h3>\n<p>Aksi yang akan diikuti sekitar <strong>50 peserta<\/strong> ini akan membawa dua poin tuntutan utama:<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Mendesak Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara untuk memeriksa Kepala Desa Timbang Jaya<\/strong> atas dugaan penyalahgunaan Dana Desa.<\/li>\n<li><strong>Meminta pengusutan menyeluruh terhadap APBDes Timbang Jaya tahun 2021\u20132025<\/strong>, termasuk seluruh pelaksanaan proyek fisik yang bersumber dari Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD).<\/li>\n<\/ol>\n<blockquote><p>\u201c<strong>Kami bergerak dengan dasar hukum yang jelas. Ini bukan gerakan liar, ini adalah kontrol sosial yang bertanggung jawab,<\/strong>\u201d tegas Ariswan.<\/p><\/blockquote>\n<p>Ia menjelaskan, dasar hukum aksi tersebut mengacu pada:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998<\/strong> tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum,<\/li>\n<li><strong>Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2014<\/strong> tentang Dana Desa, serta<\/li>\n<li><strong>Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<hr \/>\n<h3><strong>Surat Tembusan ke Lembaga Nasional<\/strong><\/h3>\n<p>Sebagai bentuk keseriusan, PERMADA telah mengirimkan <strong>surat pemberitahuan aksi<\/strong> yang ditembuskan kepada sejumlah lembaga penting, di antaranya:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Presiden Republik Indonesia,<\/strong><\/li>\n<li><strong>Jaksa Agung RI,<\/strong><\/li>\n<li><strong>Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi,<\/strong><\/li>\n<li><strong>Komisi III dan V DPR RI,<\/strong> serta<\/li>\n<li><strong>Kepala BPK RI Perwakilan Sumatera Utara.<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Langkah ini menunjukkan bahwa <strong>PERMADA tidak sekadar menuntut di jalanan<\/strong>, tetapi juga <strong>mendorong perhatian nasional<\/strong> terhadap isu dugaan penyimpangan dana desa di Langkat tersebut.<\/p>\n<hr \/>\n<h3><strong>\u201cDesa Adalah Fondasi Peradaban Bangsa\u201d<\/strong><\/h3>\n<p>Dalam penutup pernyataannya, Ariswan menegaskan bahwa <strong>desa merupakan fondasi peradaban bangsa<\/strong> yang tidak boleh dikelola dengan semena-mena.<\/p>\n<blockquote><p>\u201c<strong>Ketika desa dibiarkan dikelola penuh penyimpangan, yang rusak bukan hanya pembangunan, tetapi juga moral dan masa depan masyarakat.<\/strong> Kami akan terus kawal. Aksi ini pemantik agar rakyat tidak takut menyuarakan kebenaran,\u201d ujarnya.<\/p><\/blockquote>\n<p>Ia juga menyerukan kepada seluruh <strong>elemen masyarakat Sumatera Utara<\/strong> untuk bersama-sama <strong>mengawal proses hukum<\/strong> atas dugaan penyalahgunaan APBDes tersebut.<\/p>\n<blockquote><p>\u201c<strong>Suara rakyat adalah suara perubahan. Jika keadilan tidak ditegakkan, maka peradaban yang kita bangun akan rapuh,<\/strong>\u201d tutupnya. <span style=\"color: #ff0000;\"><strong>red<\/strong><\/span><\/p><\/blockquote>\n<hr \/>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Medan, 15 Oktober 2025 \u2014 Suara rakyat kembali menggema di Sumatera Utara. Presidium Rakyat Membangun Peradaban (PERMADA) menyatakan akan menggelar aksi damai untuk menuntut pengusutan &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1687,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[20],"tags":[],"class_list":["post-1846","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-serba-serbi-kehidupan"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1846","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1846"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1846\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1847,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1846\/revisions\/1847"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1687"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1846"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1846"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1846"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}