{"id":1837,"date":"2025-10-13T23:16:11","date_gmt":"2025-10-13T23:16:11","guid":{"rendered":"https:\/\/arsiponline.com\/?p=1837"},"modified":"2025-10-13T23:16:11","modified_gmt":"2025-10-13T23:16:11","slug":"tak-hanya-ibadah-warga-binaan-lapas-labuhan-ruku-kini-bisa-kuliah-dan-sekolah-lagi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/2025\/10\/13\/tak-hanya-ibadah-warga-binaan-lapas-labuhan-ruku-kini-bisa-kuliah-dan-sekolah-lagi\/","title":{"rendered":"Tak Hanya Ibadah, Warga Binaan Lapas Labuhan Ruku Kini Bisa Kuliah dan Sekolah Lagi!!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #ff0000;\"><strong>Batubara, 13 Oktober 2025<\/strong> <\/span>\u2014 <em>Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Labuhan Ruku<\/em> kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pembinaan warga binaan. Melalui program <strong>kelas khusus sarjana<\/strong> dan <strong>pendidikan Paket C<\/strong>, Kalapas mengajak seluruh warga binaan untuk terus menimba ilmu sebagai bekal kehidupan setelah bebas nanti.<\/p>\n<p>Kegiatan ajakan tersebut berlangsung pada <strong>Senin sore (13\/10)<\/strong>, usai pelaksanaan salat <strong>Ashar berjamaah<\/strong> di <em>Masjid At-Taubah<\/em> Lapas Labuhan Ruku. Dalam momen penuh kehangatan itu, <strong>Kalapas Labuhan Ruku<\/strong> didampingi oleh <strong>Kasubbag Tata Usaha Suriawan<\/strong> dan <strong>Amsah<\/strong>, menyampaikan langsung ajakan kepada warga binaan agar tidak melewatkan kesempatan emas untuk <strong>melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.<\/strong><\/p>\n<blockquote><p>\u201cPendidikan adalah kunci masa depan yang lebih baik. Saya mengajak kalian semua untuk ikut dalam program kelas sarjana ini. Bagi yang belum tamat SMA, kami juga siapkan program Paket C agar bisa melanjutkan,\u201d ujar Kalapas penuh semangat di hadapan ratusan warga binaan.<\/p><\/blockquote>\n<p>Kalapas juga menyampaikan apresiasinya kepada warga binaan yang telah <strong>menunjukkan kedisiplinan dalam menjalankan ibadah<\/strong>. Menurutnya, salat berjamaah dan kegiatan keagamaan lainnya menjadi <strong>pondasi utama dalam membentuk karakter dan mental spiritual<\/strong> yang kuat.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cKegiatan keagamaan ini adalah fondasi awal bagi perubahan sikap dan pola pikir kalian. Dengan ibadah yang disiplin, hati akan lebih tenang dan pikiran lebih jernih dalam menjalani proses pembinaan,\u201d tegasnya.<\/p><\/blockquote>\n<p>Selain pendidikan formal, Kalapas juga mengumumkan rencana pelaksanaan <strong>Musabaqah Tilawatil Qur\u2019an (MTQ) antar warga binaan<\/strong>, yang akan digelar dalam waktu dekat. Kegiatan ini diharapkan mampu <strong>menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur\u2019an<\/strong> sekaligus mempererat kebersamaan di antara sesama warga binaan.<\/p>\n<p>Program-program pembinaan tersebut menjadi bagian dari <strong>strategi pembinaan terpadu<\/strong> yang menggabungkan <strong>aspek keagamaan, pendidikan, dan penguatan mental-spiritual<\/strong>. Kalapas menekankan pentingnya kolaborasi dan dukungan dari semua pihak agar <strong>Lapas Labuhan Ruku benar-benar menjadi tempat lahirnya generasi baru yang lebih baik, beriman, dan berdaya saing.<\/strong><\/p>\n<blockquote><p>\u201cKami ingin membuktikan bahwa pembinaan di Lapas bukan sekadar menjalani masa hukuman, tapi menjadi titik balik perubahan menuju kehidupan yang lebih baik dan bermartabat,\u201d tutup Kalapas dengan optimis.<\/p><\/blockquote>\n<p><strong><em>il-06<\/em><\/strong><\/p>\n<hr \/>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Batubara, 13 Oktober 2025 \u2014 Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Labuhan Ruku kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pembinaan warga binaan. Melalui program kelas khusus &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1838,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-1837","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-blog"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1837","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1837"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1837\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1839,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1837\/revisions\/1839"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1838"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1837"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1837"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1837"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}