{"id":1827,"date":"2025-10-11T23:47:28","date_gmt":"2025-10-11T23:47:28","guid":{"rendered":"https:\/\/arsiponline.com\/?p=1827"},"modified":"2025-10-11T23:47:28","modified_gmt":"2025-10-11T23:47:28","slug":"dugaan-perselingkuhan-aipda-es-guncang-langkat-permada-desak-polres-dan-dprd-tegakkan-integritas-aparat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/2025\/10\/11\/dugaan-perselingkuhan-aipda-es-guncang-langkat-permada-desak-polres-dan-dprd-tegakkan-integritas-aparat\/","title":{"rendered":"Dugaan Perselingkuhan Aipda ES Guncang Langkat, PERMADA Desak Polres dan DPRD Tegakkan Integritas Aparat"},"content":{"rendered":"<p><em><strong>Langkat, 12 Oktober 2025<\/strong><\/em> \u2014 <em>Dugaan perselingkuhan antara oknum anggota kepolisian dengan istri seorang anggota DPRD Langkat kembali mengguncang publik.<\/em> Kasus ini menyeret nama <strong>Aipda ES<\/strong>, oknum anggota <strong>Polsek Stabat<\/strong>, yang diduga berselingkuh dengan <strong>MD<\/strong>, istri dari seorang <strong>anggota DPRD Kabupaten Langkat<\/strong>.<\/p>\n<p>Peristiwa ini bukan hanya mencoreng <strong>citra Kepolisian<\/strong>, namun juga menampar <strong>kehormatan lembaga legislatif daerah<\/strong>.<\/p>\n<p>Koordinator Presidium <strong>Rakyat Membangun Peradaban (PERMADA)<\/strong>, <strong>Ariswan<\/strong>, angkat bicara tegas. Ia mendesak <strong>Propam Polres Langkat<\/strong> untuk <strong>menindak tegas<\/strong> dugaan pelanggaran tersebut <strong>tanpa pandang bulu<\/strong>, sesuai peraturan yang berlaku.<\/p>\n<blockquote><p>\u201c<strong>Institusi Polri harus bersih, profesional, dan berintegritas.<\/strong> Jika seorang anggota terbukti melakukan pelanggaran berat, apalagi yang menyangkut kehidupan pribadi pejabat publik, maka penegakan hukum internal harus dilakukan dengan serius dan transparan,\u201d tegas <strong>Ariswan<\/strong>.<\/p><\/blockquote>\n<p>Ia mengingatkan agar penanganan kasus ini berpedoman pada:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002<\/strong> tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia,<\/li>\n<li><strong>Peraturan Kapolri Nomor 14 Tahun 2011<\/strong> tentang Kode Etik Profesi Polri, dan<\/li>\n<li><strong>Peraturan Kapolri Nomor 2 Tahun 2016<\/strong> tentang Penyelesaian Pelanggaran Disiplin Anggota Polri.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Tak hanya itu, Ariswan juga <strong>mendorong Komisi I DPRD Langkat<\/strong> untuk segera <strong>menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP)<\/strong> dengan menghadirkan <strong>Kapolres Langkat dan Kasi Propam Polres Langkat<\/strong>.<\/p>\n<blockquote><p>\u201c<strong>Ini bukan semata persoalan pelanggaran disiplin individu, tetapi telah menyentuh marwah seorang wakil rakyat.<\/strong> Kehormatan pejabat publik tidak bisa dibiarkan terinjak hanya karena ulah segelintir oknum,\u201d ujarnya menegaskan.<\/p><\/blockquote>\n<p>Menurut Ariswan, kasus ini harus menjadi <strong>momentum pembenahan di tubuh institusi kepolisian<\/strong>, sekaligus <strong>pelajaran penting tentang pentingnya etika profesi<\/strong>. Ia menilai, penegakan hukum yang tebang pilih hanya akan melahirkan <strong>krisis kepercayaan publik<\/strong> yang berbahaya bagi demokrasi dan stabilitas sosial.<\/p>\n<blockquote><p>\u201c<strong>Jangan sampai masyarakat menganggap hukum hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas.<\/strong> Kami dari PERMADA akan terus mengawal kasus ini agar menjadi preseden baik bagi penegakan etik dan hukum di republik ini,\u201d pungkasnya.<\/p><\/blockquote>\n<p>Tak lupa, Ariswan juga <strong>meminta atensi dari Kadiv Propam Mabes Polri dan Kabid Propam Polda Sumut<\/strong> untuk menindaklanjuti kasus ini secara serius dan terbuka.<\/p>\n<p>Kini, masyarakat menanti langkah nyata dari <strong>Polres Langkat<\/strong> dan <strong>DPRD Kabupaten Langkat<\/strong> \u2014 apakah akan benar-benar menegakkan keadilan dan menjaga marwah institusi, atau justru membiarkan kasus ini tenggelam dalam diam.<\/p>\n<p>Karena dalam negara hukum yang sehat, <strong>keadilan bukan sekadar slogan, melainkan harus diwujudkan secara nyata.<span style=\"color: #ff0000;\">red<\/span><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Langkat, 12 Oktober 2025 \u2014 Dugaan perselingkuhan antara oknum anggota kepolisian dengan istri seorang anggota DPRD Langkat kembali mengguncang publik. Kasus ini menyeret nama Aipda &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1828,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"class_list":["post-1827","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hukum-dan-kriminal"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1827","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1827"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1827\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1829,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1827\/revisions\/1829"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1828"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1827"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1827"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1827"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}