{"id":1814,"date":"2025-10-10T02:01:44","date_gmt":"2025-10-10T02:01:44","guid":{"rendered":"https:\/\/arsiponline.com\/?p=1814"},"modified":"2025-10-10T02:01:44","modified_gmt":"2025-10-10T02:01:44","slug":"wisuda-pemuridan-di-lapas-labuhan-ruku-11-warga-binaan-siap-jalani-hidup-baru-dengan-iman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/2025\/10\/10\/wisuda-pemuridan-di-lapas-labuhan-ruku-11-warga-binaan-siap-jalani-hidup-baru-dengan-iman\/","title":{"rendered":"Wisuda Pemuridan di Lapas Labuhan Ruku, 11 Warga Binaan Siap Jalani Hidup Baru dengan Iman"},"content":{"rendered":"<p><strong>Batubara<\/strong> \u2013 <em>Sebanyak 11 Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Labuhan Ruku<\/em> mengikuti kegiatan <strong>Wisuda Pemuridan dan Pendalaman Alkitab<\/strong>, pada Rabu (8\/10). Kegiatan penuh makna ini merupakan hasil kerja sama antara <strong>Lapas Labuhan Ruku<\/strong> dengan <strong>Yayasan Rela Sukacita Melayani (RSM)<\/strong> yang secara konsisten membimbing warga binaan dalam penguatan iman serta pembinaan mental dan spiritual.<\/p>\n<p>Acara wisuda berlangsung <strong>khidmat dan penuh sukacita<\/strong> di aula Lapas Labuhan Ruku. Para warga binaan yang telah menyelesaikan program pembelajaran Alkitab menerima <strong>sertifikat penghargaan<\/strong> sebagai bentuk apresiasi atas komitmen mereka mengikuti proses pemuridan selama beberapa bulan.<br \/>\nProgram ini bertujuan untuk <strong>memperkuat iman, menumbuhkan karakter positif<\/strong>, dan memberikan <strong>bekal rohani<\/strong> bagi warga binaan agar siap menjalani kehidupan baru setelah bebas nanti.<\/p>\n<p>Pendeta <strong>Mariulin Ginting<\/strong>, pembimbing rohani dari Yayasan RSM, dalam amanatnya menyampaikan bahwa wisuda ini bukanlah akhir, tetapi <strong>awal dari perjalanan iman yang lebih dewasa<\/strong>.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cKami berharap agar para warga binaan terus mempertahankan semangat rohani ini dan menjadikannya bekal untuk hidup yang baru setelah bebas nanti,\u201d ujarnya penuh semangat.<\/p><\/blockquote>\n<p>Sementara itu, <strong>Kepala Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku, Soetopo Berutu<\/strong>, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Yayasan RSM atas dedikasi dan konsistensi dalam membimbing warga binaan.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cKami sangat berterima kasih atas peran serta Yayasan RSM dalam memberikan pembinaan rohani yang luar biasa. Kegiatan seperti ini sangat membantu kami dalam mewujudkan <strong>pembinaan yang holistik<\/strong> bagi warga binaan,\u201d tutur Kalapas.<\/p><\/blockquote>\n<p>Lebih lanjut, Kalapas menegaskan bahwa <strong>pembinaan keagamaan<\/strong> bagi seluruh pemeluk agama, baik Islam maupun Kristen, akan terus dikembangkan di Lapas Labuhan Ruku. Melalui kegiatan seperti <strong>wisuda pemuridan dan pendalaman Alkitab<\/strong>, diharapkan warga binaan dapat <strong>mengalami perubahan moral dan spiritual yang signifikan<\/strong>, serta menjadi pribadi yang lebih baik saat kembali ke masyarakat.<strong><em>il_06<\/em><\/strong><\/p>\n<hr \/>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Batubara \u2013 Sebanyak 11 Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Labuhan Ruku mengikuti kegiatan Wisuda Pemuridan dan Pendalaman Alkitab, pada Rabu (8\/10). Kegiatan penuh &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1815,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[257],"tags":[],"class_list":["post-1814","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-menkumham"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1814","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1814"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1814\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1816,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1814\/revisions\/1816"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1815"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1814"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1814"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1814"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}