{"id":1730,"date":"2025-09-20T12:42:08","date_gmt":"2025-09-20T12:42:08","guid":{"rendered":"https:\/\/arsiponline.com\/?p=1730"},"modified":"2025-09-20T12:42:08","modified_gmt":"2025-09-20T12:42:08","slug":"inalum-bangun-rumah-meriam-di-kuala-indah-wujud-peduli-budaya-dan-wisata-batu-bara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/2025\/09\/20\/inalum-bangun-rumah-meriam-di-kuala-indah-wujud-peduli-budaya-dan-wisata-batu-bara\/","title":{"rendered":"INALUM Bangun Rumah Meriam di Kuala Indah, Wujud Peduli Budaya dan Wisata Batu Bara"},"content":{"rendered":"<p><strong>Batu Bara, 19 September 2025<\/strong> \u2013 Di tengah geliat modernisasi, jejak sejarah Melayu di pesisir Batu Bara justru kembali bersinar. <strong>Pemerintah Desa Kuala Indah bersama PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM)<\/strong> meresmikan <strong>Rumah Meriam<\/strong>, sebuah bangunan bersejarah yang kini menjadi simbol kebanggaan baru masyarakat.<\/p>\n<p>Rumah berukuran 4 x 7 meter yang berdiri di <strong>Dusun IV Desa Kuala Indah<\/strong> itu bukan sekadar tempat menyimpan benda pusaka, tetapi juga penanda bahwa identitas budaya Melayu masih hidup, dijaga, dan diwariskan lintas generasi.<\/p>\n<h3>Harapan Jadi Ikon Wisata Budaya<\/h3>\n<p>Kehadiran Rumah Meriam diharapkan menjadi <strong>ikon wisata budaya<\/strong> yang menghubungkan generasi kini dengan semangat perjuangan masa lalu.<\/p>\n<p>Tokoh adat sekaligus pemegang budaya Melayu Kuala Indah, <strong>Ok Idris<\/strong>, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Dengan suara haru, ia menyampaikan ucapan terima kasih:<\/p>\n<blockquote><p><em>\u201cKami masyarakat Desa Kuala Indah mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemdes Kuala Indah dan PT INALUM yang telah membangun Rumah Meriam ini. Semoga bermanfaat bagi generasi penerus, menambah pengetahuan tentang nilai perjuangan masa lalu, sekaligus menjadi kebanggaan bersama bahwa Kuala Indah layak menjadi desa wisata,\u201d<\/em> ucapnya.<\/p><\/blockquote>\n<h3>Simbol Kolaborasi Pemerintah Desa, INALUM, dan Warga<\/h3>\n<p>Bagi masyarakat, Rumah Meriam adalah bukti bahwa <strong>sejarah bukan untuk dilupakan, melainkan untuk dirawat<\/strong>. Kepala Desa Kuala Indah, <strong>Matsyah<\/strong>, menegaskan bahwa pembangunan Rumah Meriam adalah wujud nyata kolaborasi antara pemerintah desa, perusahaan, dan masyarakat.<\/p>\n<blockquote><p><em>\u201cKami berkomitmen menjaga serta melestarikan nilai-nilai budaya Melayu. Rumah Meriam ini adalah simbol sejarah yang patut dirawat bersama,\u201d<\/em> tegasnya.<\/p><\/blockquote>\n<p>Dengan peresmian Rumah Meriam, Pemerintah Desa Kuala Indah optimis desanya tidak hanya dikenal sebagai desa pesisir, melainkan juga sebagai <strong>desa wisata bersejarah<\/strong> yang mampu menarik minat wisatawan sekaligus memperkuat kearifan lokal.<\/p>\n<p>Kini, Rumah Meriam bukan sekadar bangunan. Ia adalah <strong>cerita yang dihidupkan kembali<\/strong>, saksi bisu perjuangan nenek moyang yang berdiri kokoh sebagai kebanggaan masyarakat Batu Bara.<span style=\"color: #ff0000;\"><strong><em>il_06<\/em><\/strong><\/span><\/p>\n<hr \/>\n<h3>\ud83d\udd16 Tagar:<\/h3>\n<p>#RumahMeriam #KualaIndah #BudayaMelayu #SejarahBatuBara #INALUMPeduli #WisataBudaya #DesaWisata<\/p>\n<hr \/>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Batu Bara, 19 September 2025 \u2013 Di tengah geliat modernisasi, jejak sejarah Melayu di pesisir Batu Bara justru kembali bersinar. Pemerintah Desa Kuala Indah bersama &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1732,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[52],"tags":[],"class_list":["post-1730","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bumn"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1730","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1730"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1730\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1731,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1730\/revisions\/1731"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1732"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1730"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1730"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1730"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}