{"id":1720,"date":"2025-09-19T07:18:17","date_gmt":"2025-09-19T07:18:17","guid":{"rendered":"https:\/\/arsiponline.com\/?p=1720"},"modified":"2025-09-19T07:18:17","modified_gmt":"2025-09-19T07:18:17","slug":"marak-undangan-kerja-palsu-pt-inalum-imbau-masyarakat-jangan-mudah-tertipu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/2025\/09\/19\/marak-undangan-kerja-palsu-pt-inalum-imbau-masyarakat-jangan-mudah-tertipu\/","title":{"rendered":"Marak Undangan Kerja Palsu, PT INALUM Imbau Masyarakat Jangan Mudah Tertipu"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #ff0000;\"><strong>Batu Bara<\/strong><\/span>\u00a0\u2013 PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) mengeluarkan peringatan resmi melalui akun Instagram(IG)kepada masyarakat untuk\u00a0<strong>selalu waspada<\/strong>\u00a0terhadap maraknya modus penipuan yang mengatasnamakan perusahaan dalam proses penerimaan karyawan.<\/p>\n<p>Dalam keterangan tertulis yang diterima, manajemen INALUM menegaskan bahwa\u00a0<strong>perusahaan tidak pernah memungut biaya apapun dalam proses rekrutmen<\/strong>. Setiap tahapan seleksi dilakukan secara profesional, transparan, dan terbuka sesuai dengan kebutuhan perusahaan.<\/p>\n<blockquote><p><em>\u201cSelalu waspada dan hati-hati atas semua undangan rekrutmen ya, Sobat INALUM. Kami menegaskan bahwa\u00a0<strong>INALUM tidak pernah mensyaratkan pembayaran ataupun biaya atas semua kebutuhan rekrutmen<\/strong>,\u201d<\/em>\u00a0demikian pernyataan resmi perusahaan.<\/p><\/blockquote>\n<p>Peringatan ini dikeluarkan menyusul\u00a0<strong>banyaknya laporan masyarakat<\/strong>\u00a0terkait adanya surat atau undangan kerja palsu yang menggunakan nama PT INALUM. Penipuan tersebut biasanya disertai dengan permintaan pembayaran sejumlah uang dengan dalih biaya administrasi, akomodasi, hingga pelatihan kerja.<\/p>\n<p>INALUM menegaskan bahwa praktik tersebut adalah\u00a0<strong>murni penipuan<\/strong>\u00a0dan tidak ada kaitannya dengan perusahaan. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk\u00a0<strong>tidak mudah percaya<\/strong>\u00a0terhadap tawaran kerja yang mencurigakan, terutama apabila terdapat syarat pembayaran.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, pihak perusahaan mengimbau agar seluruh informasi terkait lowongan kerja hanya diakses melalui\u00a0<strong>kanal resmi PT INALUM<\/strong>, baik melalui situs web resmi, media sosial terverifikasi, maupun pengumuman langsung yang dikeluarkan oleh perusahaan.<\/p>\n<p>Dengan adanya peringatan ini, INALUM berharap masyarakat, khususnya para pencari kerja, dapat lebih bijak dalam menyaring informasi.\u00a0<strong>Apabila menemukan indikasi penipuan, masyarakat diharapkan segera melaporkannya kepada pihak berwenang<\/strong>\u00a0untuk mencegah semakin banyak korban.<\/p>\n<blockquote><p><em>\u201cKesempatan bergabung bersama INALUM terbuka untuk seluruh putra-putri terbaik bangsa. Namun kami pastikan,\u00a0<strong>tidak ada biaya sepeserpun dalam setiap proses rekrutmen<\/strong>,\u201d<\/em>\u00a0tegas inalum<\/p><\/blockquote>\n<p>Pihak perusahaan juga menekankan bahwa kepercayaan publik sangat penting bagi INALUM, sehingga menjaga transparansi dan kredibilitas dalam setiap proses seleksi menjadi prioritas utama.<\/p>\n<hr \/>\n<h3>\ud83d\udd11 Poin Penting yang Harus Diingat:<\/h3>\n<ul>\n<li><strong>INALUM tidak pernah memungut biaya dalam rekrutmen.<\/strong><\/li>\n<li><strong>Undangan kerja palsu yang meminta pembayaran adalah penipuan.<\/strong><\/li>\n<li><strong>Informasi lowongan resmi hanya melalui kanal resmi PT INALUM.<\/strong><\/li>\n<li><strong>Segera laporkan jika menemukan indikasi penipuan.<em><span style=\"color: #ff0000;\">Il_06<\/span><\/em><\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<hr \/>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Batu Bara\u00a0\u2013 PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) mengeluarkan peringatan resmi melalui akun Instagram(IG)kepada masyarakat untuk\u00a0selalu waspada\u00a0terhadap maraknya modus penipuan yang mengatasnamakan perusahaan dalam proses penerimaan &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1721,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[52],"tags":[],"class_list":["post-1720","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bumn"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1720","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1720"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1720\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1722,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1720\/revisions\/1722"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1721"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1720"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1720"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1720"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}