{"id":1685,"date":"2025-09-11T23:04:54","date_gmt":"2025-09-11T23:04:54","guid":{"rendered":"https:\/\/arsiponline.com\/?p=1685"},"modified":"2025-09-11T23:04:54","modified_gmt":"2025-09-11T23:04:54","slug":"kejaksaan-belawan-tahan-dua-kepsek-di-medan-apph-sekolah-bukan-ladang-korupsi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/2025\/09\/11\/kejaksaan-belawan-tahan-dua-kepsek-di-medan-apph-sekolah-bukan-ladang-korupsi\/","title":{"rendered":"&#8220;Kejaksaan Belawan Tahan Dua Kepsek di Medan, APPH: Sekolah Bukan Ladang Korupsi!&#8221;"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #ff0000;\"><strong>Medan, 12 September 2025<\/strong><\/span> \u2014 <em>Ketegasan penegakan hukum kembali menjadi sorotan publik.<\/em> <strong>Koordinator Aliansi Peduli Penegakan Hukum (APPH), Ariswan<\/strong>, memberikan <strong>apresiasi tinggi<\/strong> kepada <strong>Kejaksaan Negeri Belawan<\/strong> yang berani menahan <strong>dua kepala sekolah di Kota Medan<\/strong> karena diduga melakukan <strong>korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) senilai lebih dari Rp 1,5 miliar<\/strong>.<\/p>\n<p>Menurut Ariswan, langkah kejaksaan ini adalah <strong>bukti nyata keberpihakan aparat terhadap keadilan dan masa depan pendidikan di Indonesia.<\/strong><\/p>\n<blockquote><p>\u201cSekolah itu <em>laboratorium peradaban<\/em>, tempat menempa karakter dan masa depan bangsa. <em>Jika berubah menjadi ladang korupsi, maka nilai dasar pendidikan sudah dikhianati<\/em>,\u201d tegasnya.<\/p><\/blockquote>\n<hr \/>\n<h3><strong>Detail Kasus Korupsi<\/strong><\/h3>\n<ul>\n<li><strong>RA, Kepala SMAN 16 Medan<\/strong>, ditahan karena diduga merugikan negara <strong>Rp 826 juta<\/strong> dari total dana BOS Rp 3 miliar selama dua tahun.<\/li>\n<li><strong>RN, mantan Kepala SMAN 19 Medan<\/strong>, juga ditetapkan sebagai tersangka dengan dugaan kerugian negara <strong>Rp 772 juta<\/strong>.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Keduanya diduga menggunakan modus <strong>laporan fiktif<\/strong> dan <strong>manipulasi administrasi<\/strong> untuk memperkaya diri.<\/p>\n<hr \/>\n<h3><strong>Korupsi Dana BOS = Membunuh Harapan Anak Bangsa<\/strong><\/h3>\n<p>Ariswan mengecam keras tindakan para oknum tersebut.<\/p>\n<blockquote><p>\u201c<em>Dana BOS itu amanah negara untuk anak-anak kita. Ketika dikorupsi, bukan hanya hukum yang dilukai, tetapi juga harapan jutaan generasi penerus bangsa.<\/em> <strong>Ini bukan sekadar pelanggaran hukum, ini pengkhianatan terhadap masa depan Indonesia<\/strong>,\u201d katanya.<\/p><\/blockquote>\n<hr \/>\n<h3><strong>Dukungan APPH: Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu<\/strong><\/h3>\n<p>APPH menegaskan dukungannya kepada aparat penegak hukum untuk <strong>mengusut tuntas hingga ke akar-akarnya.<\/strong> Ariswan juga mendesak agar penyelidikan tidak berhenti pada dua tersangka saja.<\/p>\n<p>Ia mengingatkan masyarakat untuk ikut <strong>mengawasi penggunaan dana pendidikan di sekolah-sekolah<\/strong>, agar kasus serupa tidak terus terulang.<\/p>\n<blockquote><p>\u201c<em>Jangan biarkan para perampok berkedok pendidik membunuh cita-cita anak-anak kita demi kepentingan sesaat<\/em>,\u201d pungkasnya.<\/p><\/blockquote>\n<hr \/>\n<h3><strong>Pendidikan Harus Bersih dari Rakus<\/strong><\/h3>\n<p>Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa <strong>membersihkan dunia pendidikan dari praktik korupsi adalah fondasi membangun bangsa yang bermartabat, berdaya saing, dan berkeadilan.il_06<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Medan, 12 September 2025 \u2014 Ketegasan penegakan hukum kembali menjadi sorotan publik. Koordinator Aliansi Peduli Penegakan Hukum (APPH), Ariswan, memberikan apresiasi tinggi kepada Kejaksaan Negeri &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1687,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[370,371],"class_list":["post-1685","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hukum-dan-kriminal","tag-kejaksaan-belawan-tahan-dua-kepsek-di-medan","tag-apph-sekolah-bukan-ladang-korupsi"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1685","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1685"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1685\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1686,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1685\/revisions\/1686"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1687"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1685"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1685"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/arsiponline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1685"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}