Hamdi Hasibuan Dorong Pembinaan Produktif, 18 Narapidana Lapas Labuhan Ruku Diusulkan Ikuti Rehabilitasi

Spread the love

BATU BARA – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Labuhan Ruku menggelar Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) untuk membahas usulan peserta program rehabilitasi dan re-edukasi bagi narapidana pengguna Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif Lainnya (NAPZA), Jumat (9/10/2026).

 

Kegiatan yang berlangsung di Aula Utama Lapas Labuhan Ruku mulai pukul 11.00 WIB tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembinaan narapidana melalui program rehabilitasi yang terarah dan berkelanjutan.

 

Dalam sidang tersebut, sebanyak 18 narapidana pengguna NAPZA diusulkan untuk mengikuti program rehabilitasi dan re-edukasi berbasis ketahanan pangan. Usulan ini dibahas dengan mempertimbangkan hasil asesmen kelayakan dan penempatan, kebutuhan pembinaan, serta kesesuaian program dengan kondisi masing-masing narapidana.

 

Sidang TPP menjadi forum untuk mengevaluasi dan mempertimbangkan calon peserta secara objektif, tertib, dan akuntabel. Proses ini juga bertujuan memastikan bahwa penentuan peserta dilakukan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.

 

Program rehabilitasi dan re-edukasi berbasis ketahanan pangan diharapkan dapat menjadi sarana pembinaan yang mendukung proses pemulihan sekaligus perubahan perilaku narapidana.

 

Melalui kegiatan produktif di bidang ketahanan pangan, para peserta diharapkan memperoleh pengetahuan dan keterampilan praktis, menumbuhkan rasa tanggung jawab, serta membangun kemandirian sebagai bekal untuk kembali berintegrasi dengan masyarakat setelah menyelesaikan masa pidana.

 

Kepala Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku, Hamdi Hasibuan, menegaskan bahwa pelaksanaan Sidang TPP merupakan bagian penting dalam memastikan program pembinaan diberikan berdasarkan hasil asesmen dan kebutuhan narapidana.

 

Hasil pembahasan sidang selanjutnya akan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku, termasuk proses penetapan peserta yang memenuhi persyaratan. Pelaksanaan program juga diharapkan disertai pemantauan dan evaluasi secara berkala untuk mengetahui perkembangan peserta serta mengukur efektivitas pembinaan.

Melalui langkah tersebut, Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku terus berupaya mengoptimalkan pembinaan narapidana dengan mengintegrasikan rehabilitasi, edukasi, dan keterampilan produktif. Harapannya, warga binaan dapat mempersiapkan diri untuk menjalani kehidupan yang lebih baik, mandiri, dan bertanggung jawab setelah kembali ke tengah masyarakat.il_06

arsiponline.com

Menyampaikan Berita Sesuai Fakta

Anda mungkin juga suka...

Artikel Populer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *